Amurang, Minahasa Selatan – Keberadaan benteng ombak atau pemecah gelombang (breakwater) di pesisir Amurang, Minahasa Selatan, kini menjadi sorotan. Pasalnya, struktur penahan gelombang tersebut disebut semakin dekat dengan pemukiman warga. Hasil pengukuran tim teknis menunjukkan jarak antara benteng ombak dengan rumah-rumah warga hanya berkisar 22 hingga 24 meter.
Hasil Temuan Tim Teknis
Tim teknis dari pemerintah daerah bersama tenaga ahli melakukan pengukuran langsung di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jarak benteng ombak dengan pemukiman tergolong dekat sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
“Berdasarkan hasil pengukuran lapangan, jaraknya hanya sekitar 22 sampai 24 meter dari pemukiman,” jelas salah seorang anggota tim teknis.
Kekhawatiran Warga Pesisir
Warga pesisir Amurang menyampaikan keresahan mereka. Dengan jarak yang begitu dekat, dikhawatirkan gelombang besar atau perubahan kondisi laut sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan hunian. Apalagi, Amurang sebelumnya pernah mengalami bencana abrasi yang cukup besar.
“Kalau jaraknya sudah dekat begini, kami takut kalau ada gelombang tinggi bisa langsung berdampak ke rumah-rumah,” ungkap seorang warga setempat.

Baca juga: Polrestabes Bandung dan Polres Cimahi Gelar Layanan SIM Keliling
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyatakan akan menindaklanjuti laporan teknis tersebut. Bupati bersama jajaran terkait berkomitmen mencari solusi, baik berupa penguatan konstruksi maupun penataan kawasan pesisir.
“Kami sedang menunggu hasil kajian lengkap tim ahli. Pemerintah tidak akan tinggal diam, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar pejabat Pemkab Minahasa Selatan.
Upaya Antisipasi Jangka Panjang
Selain langkah darurat, pemerintah juga menyiapkan program jangka panjang berupa relokasi bagi warga yang tinggal di zona paling rawan. Alternatif ini tengah dikaji bersama pemerintah provinsi dan pusat, mengingat biaya serta dampaknya membutuhkan dukungan lintas sektor.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana pesisir juga akan diperkuat, agar warga lebih siap menghadapi potensi ancaman abrasi maupun gelombang pasang.
Harapan Masyarakat
Warga Amurang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengantisipasi risiko yang ada. Mereka menginginkan kepastian keamanan, baik melalui penguatan benteng ombak maupun solusi relokasi yang manusiawi.
“Kami hanya ingin ada kepastian dan rasa aman tinggal di sini. Jangan sampai terulang lagi bencana seperti dulu,” harap seorang tokoh masyarakat pesisir.









