News Amurang – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang dari tokoh masyarakat Sulut, Nick Lomban, yang menantang Pertamina untuk segera mengeluarkan “jurus pamungkas” agar masalah klasik ini tidak terus berulang.
Antrean Panjang, Warga Resah
Beberapa pekan terakhir, antrean kendaraan roda empat dan roda dua di SPBU di Kota Manado dan sekitarnya semakin sering terlihat. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama para pekerja dan sopir angkutan umum.
“Masalah antrean ini sudah terlalu lama. Kalau tidak segera ditangani, akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat,” tegas Nick Lomban saat ditemui awak media, Sabtu (13/9/2025).
Kritik Keras untuk Pertamina
Nick Lomban menilai Pertamina tidak boleh lagi hanya memberikan alasan soal distribusi dan stok BBM tanpa solusi konkret. Menurutnya, Pertamina harus berani mengambil langkah luar biasa agar masalah antrean panjang bisa benar-benar tuntas.
“Sudah saatnya Pertamina keluarkan jurus pamungkas. Jangan hanya janji stok aman, tapi di lapangan masyarakat tetap susah dapat BBM. Jika dibiarkan, kepercayaan publik akan terus menurun,” ujarnya.

Baca juga: Eiger Tanam 1,8 Juta Pohon untuk Pulihkan Lahan Kritis di Puncak Bogor
Dorong Transparansi dan Pengawasan
Selain menantang Pertamina, Nick Lomban juga mendorong adanya transparansi distribusi BBM, terutama terkait penyaluran jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar. Menurutnya, praktik penyalahgunaan distribusi sering menjadi biang antrean panjang.
“Pengawasan harus diperketat, jangan sampai ada permainan di lapangan. Subsidi itu hak masyarakat kecil, bukan untuk mereka yang mencari keuntungan pribadi,” katanya menegaskan.
Pertamina Diminta Gandeng Pemda
Nick Lomban juga meminta Pertamina bekerja sama lebih erat dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang. Misalnya, dengan menambah kuota distribusi untuk wilayah rawan antrean, memperbanyak SPBU modular, hingga memperketat sistem digitalisasi penyaluran.
“Pertamina tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan pemerintah daerah agar solusi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Suara Warga: “Setiap Hari Harus Antre”
Keluhan masyarakat pun sejalan dengan kritik Nick Lomban. Salah satu pengendara, Roni (38), mengaku hampir setiap hari harus menghabiskan waktu satu hingga dua jam untuk mengantre BBM.
“Kadang stok habis, kadang antre panjang sekali. Kami sudah bosan dengan alasan yang itu-itu saja,” ungkapnya.
Harapan ke Depan
Dengan nada tegas, Nick Lomban berharap Pertamina segera merespons cepat tantangan ini. Menurutnya, perusahaan energi negara tersebut memiliki segala kapasitas dan sumber daya untuk mengatasi antrean di SPBU, hanya dibutuhkan kemauan politik dan komitmen nyata.
“Kalau Pertamina serius, masalah ini bisa selesai. Jangan tunggu sampai masyarakat kehilangan kesabaran,” pungkasnya.









